Pages

Kamis, 27 Agustus 2015

Proposal Pekerja Buruh Bagasi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Perubahan yang signifikan dari keberadaan penduduk kecamatan pagimana yang terpuruk akibat krisis moneter yang berkepanjangan. Yang mengakibatkan berbagai krisis multidimensi yang terus menimbulkan kerugian-kerugian bagi masyarakat. Salah satu yang sangat memprihatinkan adalah pengangguran yang mengakibatkan puluhan pekerja mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Kesulitan-kesulitan hidup yang dirasakan oleh penduduk kecamatan pagimana. Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah belum cukup membuat keresahan masyarakat berhenti, terutama dalam bidang ekonomi.
Dalam hal ini Mereka yang gagal memperoleh pekerjaan di sektor formal nyatanya sampai saat ini masih merupakan pekerjaan ideal, karena berbagai alasan memasuki jenis pekerjaan disektor informal. Bagi banyak orang, hal itu merupakan pilihan–pilihan terakhir, tetapi bukan tidak banyak yang memilih menjadi penganggur ataupun setengah penganggur. Umumnya yang terlibat pada sektor ini berpendidikan rendah, miskin, tidak terampil dan kebanyakan para migran. Karena itu, cakrawala mereka terbatas untuk mencari kesempatan kerja dan menghasilkan pendapatan langsung bagi dirinya sendiri.
Betapa banyak tenaga kerja menganggur terutama didaerah kecamatan tersebut yang tidak lain adalah disebabkan sulitnya memperoleh pekerjaan disektor formal yang sampai saat ini masih merupakan jenis pekerjaan yang sangat diminati. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi semula diharapkan mampuu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, namun tidak demikian kenyataannya.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang menjadi hambatan bagi seorang pekerja buruh bagasi ?
           
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.3 Untuk mengetahui hambatan dalam bekerja seorang buru bagasi !

            1.4 Manfat Penelitian
                        Adapaun manfaat dari penelitian ini yaitu :
            1.4.1 Bagi Peneliti
Bagi peneliti, penelitian ini merupakan latihan dasar dalam membuat laporan penelitian. Juga dapat menambah wawasan serta sarana pengembangan ilmu pengatahuan, juga mendapatkan berbagai pelajaran dari kehidupa seorang pekerja buruh bagasi melalui tindakan-tindakan yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
1.4.2 Bagi Pembaca
Bagi pembaca bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai pekerjaan dan kehidupan dari seorang pekerja buruh bagasi khususnya di kecamatan Pagimana.
            1.4.3 Bagi Masyarakat dan Pemerintah
Bagi masyarakat, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan upaya guna meningkatkan kehidupan sosial bermasyarakat yang dapat berguna bagi diri mereka dan juga orang lain
Juga bagi pemerintah wilayah, penelitian ini bermanfaat sebagai masukan dalam mempertimbangkan kebijakan-kebijakan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja disektor informal khususnya kehidupan buruh bagasi.

                       


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Perubahan Sosial
              Menurut Selo Soemarjan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat yang mempengaruhi suatu system sosialnya, termasuk didalamnya nilai, sikapdan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seseorang atau kelompok dapat berubah dalam berbagai hal seperti perubahan teknologi, perilaku, norma, system, nilai, pola, dan keyakinan.
2.2 Interaksi Sosial
            Manusia dalam kehidupannya tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang sepanjang hidupnya bersosialisasi dengan orang lain dalam proses interaksi. Interaksi sosial menghasilkan banyak bentuk sosialisasi. Bisa berupa interaksi antar individu, dan interaksi individu dengan kelompok. Sedangkan syarat terjadinya interaksi sosial adalah terjadi kontak sosial dan terjadi komunikasi.
Menurut Astrid. S.Susnto, interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungki8nkan pembentukan struktur sosial. Hasil interaksi sangat ditentukan oleh nilai dan arti serta ihterpretasi yang diberikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi ini.

2.2.1 Kontak Sosial
            Kata ‘‘kontak’’(Inggris:‘‘contact’’) berasal dari bahasa latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tengere yang artinya menyentuh. Jadi, kontak berarti sama-sama menyentuh. Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bias melakukan kontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, misalnya bicara melalui telepon, radio, atau surat elektronik. Oleh karena itu, hubungan fisik tidak menjadi syarat utama terjadinya kontak. Kontak sosial memiliki sifat-sifat berikut.
1.      Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentengan atau konflik.
2.      Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interkasi bertemumuka secara langusng. Misalnya, kontak antara guru dan murid didalam kelas, atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. Sementara itu, kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. Misalnya, percakapan melalui telepon.


2.2.2   Komunikasi
                   Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan, gerakan-gerakan fisik, atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan. Ada lima unsure pokok komunikasi yaitu sebagai berikut.
1.      Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada pihak lain.
2.      Komunikan, yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan.
3.      Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa informasi, instruksi, dan perasaan.
4.      Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar, dan film.
5.      Efek, yaitu perubahan yang diharapkan terjadipada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.
2.3     Teori Pertukaran Sosial
Teori pertukaran sosial dari Thibault dan Kelly ini menganggap bahwa bentuk dasar dari hubungan sosial adalah sebagai suatu transaksidagang, dimana orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Paada perkembangan selanjutnya, berbagai pendekatan dalam teori pertukaran sosial semakin fokus pada bagaimana kekuatan hubungan antar pribadi membentuk suatu hubungan interaksi dan menghasilkan suatu usaha, untuk mencapai keseimbangan dalam hubungan tersebut.

2.4     Konflik Sosial
   Konfik adalah suatu proses sosial antara dua orang, dua kelompok, atau lebih dan salah satu pihaknya berupaya menyingkirkan yang lain dengan menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.
Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik dalam organisasi telah ada konflik, maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan. Sedangkan menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1997), konfik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat dari pada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi, dan pertentangan diantara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan atau berulang-ulang.



BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
3.1.1 Lokasi Penelitian
            Penelitian mengenai aktivitas Buruh Bagasi dilakukan di Terminal Pelabuhan Pagimana. Dengan didasarkan atas berbagai pertimbangan antara lain yaitu : Pelabuhan Pagimana sebagai pusat persinggahan kapal atau berada pada kawasan industri yang dapat memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Adapun alasan dalam memilih daerah ini karena dikawasan pelabuhan, penulis dapat menemukan bahwa para buruh dapat memperoleh penghasilan walaupun penghasilan mereka tidak tetap, tetapi mereka tetap berusaha untuk menghidupi kebutuhan keluarga mereka.
3.1.2 Waktu Penelitian
            Penelitian tentang aktivitas Buruh Bagasi ini dilakukan dengan jangka waktu yang sesingkat mungkin yaitu selama 3 (tiga) minggu, waktu tersebut peneliti dapat mengambil data yang ada, sehingga peneliti dapat menyusun laporan penelitian semaksimal mungkin.

3.2 Bentuk dan Strategi Penelitian
            Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu memberikan gambaran yang tepat tentang suatu gejala yang menjadi pokok perhatian atau melahirkan suatu realitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut (Bogdan dalam Maleong, 1990:3), metode kualitatif itu digunakan sebagai prosedur penelitian yang dapat menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang dapat diamati.
            Rusidi (1911:23), menyebutkan penelitian  bentuk ini bertujuan membuat deskripsi mengenai fakta dan sifat suatu gejala sosial yang teramati dalam suatu daerah tertentu sistemik,faktual dan teliti. Pendekatan kualitatif berguna untuk menggambarkan suatu realita dan kondisi budaya dalam masyarakat.
3.3 Sumber data
3.3.1 wawancara
Untuk memperoleh informasi secara aktual dari nara sumber langsung sebagai data primer, peneliti melakukan metode wawancara. Wawancara adalah cara pengumpulan data yang dalam pelaksanaanya mengadakan tanya jawab terhadap orang-orang yang erat kaitannya dengan permasalahan yang di angkat, baik secara tertulis maupun lisan guna memperoleh keterangan atas masalah yangdi teliti.
Wawancara dapat di lakukan beberapa kali untuk memberikan data-data yang benar-benar aktual. Seperti juga dalam metode penelitian lainnya, kualitatif sangat bergantung dari data di lapangan dengan melihat fakta-fakta yang ada. Data yang terus bertambah di manfaatkan untuk vertifikasi teori yang timbul di lapangan, kemudian terus-menerus di sempurnakan selama penelitianberlangsung.
3.3.2 Obsevasi
Observasi merupakan pengamatan dengan cara khusus dimana peneliti tidak bersifat pasif sebagai pengamat namun memainkan peran yang mungkin dalam berbagai situasi bahkan berperan menggairahkan peristiwa yang sedang di pelajari. Sebelum pengamatan di lakukan peniliti menyiapkan panduan pengamatan, kemudian pada saat mengamati peneliti dapat menggunakan lembar pengamatan untuk mencatat hal-hal yang di amatinya.
3.3.3 Arsip dan Dokumentasi
Arsip dan dokumentasi merupakan sumber data yang di peroleh dari masyarakat yang ada di lokasi penelitian untuk memperoleh informasi yang lebih akurat dan merupakan data pendukung dari sebuah penelitian.


3.3.4 Tempat dan Peristiwa
Tempat dan peristiwa juga merupakan sumber data yang mendukung peneliti untuk mendapatkan sebuah informasi, jadi peneliti harus jeli melihat dan menentukan tempat dan peristiwa yang harus di teliti sesuai dengan permasalahan yang di angkat.
3.4 Tehnik Pengumpulan Data
3.4.1 Obserfasi Lapangan
Obserfasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang buruh bagasi yamg terdapat di Pelabuhan Pagimana. Dalam hal ini, peneliti akan terlibat secara pasif dengan arti kata, peneliti hanya berada dalam arena kegiatan subjek untuk mengamati dan mempelajari realitas yangberhunbungan dengan masalah yang dikaji.
Peneliti hadir dilokasi kejadian dalam jangka waktu tertentu, mengingat rumah dari penliti dengan objek yang akan diteliti lumayan jauh karena jaraknya itu berkisar kurang lebih 30 KM, bahkan terkadang menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengamati tingkah laku dan apa aja yang mereka lakukan, serta hal-hal (gejala) yang tidak dapat diperoleh hanya dengan wawancara. Obserfasi ini juga diakukan diarena tempat mereka bekerja
3.4.2 Wawancara
Peneitian menggunakan tehnik wawancara, baik itu wawancara mendalam maupun wawancara bebas. Pada awalnya ketika memasuki lapangan digunakan wawacara bebas. Hal ini juga dimaksudkan untuk suatu pendekatan terhadap informan. Dan selanjutnya melakukan wawancara mendalam secara personal kepada para informan, dengan harapan agar peneliti dapat mengetahui gagasan, ide, pengetahuan, dan isi hati objek dengan mengajukan pertanyaan pada informan yang mengacu kepada pemandu wawancara yang sebelumnya telah dibuat peneliti sesuai dengan perumusan masalah yang hendak diteliti. Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa kategori yang dipilih dalam mengumpulan data, yaitu :
Informal pangkal, yaitu informal awal yang dijumpai yang dianggap dapat membantu peneliti dalam melakuka penelitian. dalam penelitian ini yang menjadi informan dasar adalah Mandor Buruh Bagasi dipelabuhan Pagimana.
Informasi kunci yang akan menjawab permasalahan dalam perumusan masalah : para buruh bagasi palabuhan Pagimana. Adapun buruh bagasi tersebut telah berkeluarga, memilliki anak, dan juga memiliki pekerjaan sampingan ataupun strategi lainnya dalam memenuhi kebutuhan keuarganya.
Informasi biasa yaitu sebagai forman tambahan yang mengetahui sebatas data yang berkaitan dengan keberadaan buruh bagasi, diantaranya pemilik barang dalam hal ini yaitu penumpang kapal itu sendiri.
3.4.3 Arsip dan Dokumentasi
Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan yaitu buku yang berkaitan dengan masalah penelitian dan juga data dari internet dll, serta arsip (dokumen) untuk mendapatkan catatan dan data mengenai penelitian secara umum yang diperoleh dari pihak pelabuhan, serta pengambilan foto dipelabuhan
           
3.5 Analisi Data
            Analisi data dilakukan secara kualitatif sesuai dengan metode yang dilakukan. Data-data yang diperoleh akan dikumpulkan sesuai dengan masalah yang diteliti. Kemudian dikategorikan sesuai dengan criteria yang yang telah ditetapkan. Data yang diperoleh antara lain yaitu catatan lapangan, gambar-gambar atau foto-foto serta hasil wawancara diuraikan dalam bentuk tulisan, kemudian dianalisa sesuai dengan analisa kualitatif yang diiuraikan dalam bentuk deskriptif sehingga peneliti dapat menguraikan data secara maksimal.









BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Prsentase penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha menunjukan bahwa sektor pertanian mengalami penurunan, tetapi sektor industri yang diharapkan dapat menampung tenaga kerja ternyata kurang dapat memenuhi harapan. Dalam usaha memenuhi berbagai jenis kebutuhannya, mereka harus bekerja dengan giat tanpa mengenal putus asa dan melakukan usaha yang menurut mereka itu akan bias atau dapat membuat mereka merasa puas dengan apa yang telah mereka kerjakan. Tetapi yang menjadi permasalahan saat ini bahwa ada kecenderungan, akhir-akhir ini menjadi semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan yang mereka inginkan. Dan karena itu terpaksa hidup dari belas kasihan lingkungan dan Negara atau berupaya menyambung hidup disektor informal. Sektor informal tidak akan berkisar pada aspek produksi, tetapi berupa pencarian atau usaha yang mereka lakukan dengan strategis dan kolektif untuk memperjuangkan pekerjaan dan standar hidup yang manusiawi.
Sektor informal sebagai fase yang harus ada dalam proses pembangunan dan berfungsi sebagai penyangga, setidaknya kegiatan-kegiatan di sektor informal memberikan pendapat dan pekerjaan kepada penduduk betapapun itu sedikit dan tidak tetap.
            4.2 Pembahasan
            4.2.1 Ekonomi Buruh Bagasi
Buruh bagasi sebagai salah satu profesi sektor informal pada bidang pengangkut barang juga mengalami permasalahan sosial ekonomi khususnya dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari untuk keluarganya. Siring dengan berjalannya waktu. manusia memiliki kebutuhan yang semakin banyak dan beranekaragam.
Kebutuhan-kebutuhan hidup tersebut dapat dipenuhi dengan baik apabila adanya pendapatan yang memuaskan dan mendukung untuk memenuhi kehidupan sosial mereka. Oleh karena itu yang dilakukan oleh buruh terutama buruh bagasi dalam pemenuhan kebutuhan hidup yaitu dengan menambah pekerjaan lain serta meminta partisipasi istri dan anak untuk bekerja disektor lain untuk member kontribusi kepada penghasilan rumah-tangga sehingga tidak terlalu memberatkan kehidupan bagi keluarga pekerja buruh bagasi.
Pada dasarnya mereka juga manusia yang dengan secara langsung menginginkan suatu pekerjaan dengan hasil yang dapat memuaskan ekonomi keluarga eyang layak dan baik untuk mampu memenuhi segala kebutuhan jasmani dan rohani maupun sosial mereka.



            4.2.2 Penghidupan Keluarga Buruh Bagasi
Keinginan setiap orang dalam kehidupan rumah tangga dalam hal ini keluarga adalah dengan membahagiakan keluarga itu sendirri Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan moral yang tinggi, kesabaran, ketabahn, dan yang paling penting keuletan dalam bekerja, kejernihan pikiran dan berbagai keterampilan yang dibutuhkan daam memenuhi kebutuhan hidup. Dalam usaha mendapatkan pemenuhan kebutuhan tersebut dijumpai suatu keadaan yang saling mempengaruhi antara diri sendiri maupun pengaruh dari luar. Kesuita-kesulitan dalam sesuatu tertentu dapat mempengaruhi kondisi mental juga moral seseorang.
Salah seorang buruh bagasi yang saya teliti suda berkeluarga dan juga mempunyai dua orang anak, anak yang pertama sekarang sudah berusia kurang lebih 16 thun dan sekarang sudah mengenyam pendidikan formal yaitu SMA dan anak yang kedua masi berumur 3 tahun. Secara tidak langsung sorang kepala rumah tangga atau yang terlibat dalam hal ini sorang bapak harus memenuhi kebutuhan keluarganya, yaitu dengan pekerjaannya sebagai buruh bagasi. Walaupun pekerjaan buruh bagasi ini hanyalah pekerjaan sampingan baginya itu sudah lumayan cukup untuk dapat membahagiakan keluarganya.


4.2.3 Kinerja Buruh Bagasi
Cara-cara yang berbeda untuk bertahan hidup diantara buruh memiliki pengruh terbesar terhadap perilaku mereka ditempat kerja, termasuk hubungan-hubungan mereka dengan para pekerja lainnya. Kinerja para buruh ditempat kerja ditentukan oleh keuletan, keseimbangan, dan keperluan-keperluan keterampilan. Keterampilan-keterampilan sangat  perlu untuk memanipulasi barang-barang untuk untuk tujuan-tujuan peangganya dalam hal ini target buruh bagasi yaitu penumpang kapal.
Sedangkan keterampilan-keterampilan yang lebih menunjuk kepada kapasitas untuk memasuki komunikasi dengan manusia-manusia lain karena komunikasi sesama manusia itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan bersosial dan juga bermasyarakat. Yang paling penting adalah keultan juga ketekunan dalam bekerja sehingga dapat memuaskan apa yang menjadi objek bagi para buruh bagasi (penumpang kapal).
            4.2.4 Pendapatan Buruh Bagasi
Dalam bekerja pasti ada yang dinamakan dengan hasil atau pendapatan. Pendapatan buruh bagasi dalam bekerja di pelabuhan sangat tidak menentu. Biasanya dalam perhari hanya sekitar Rp100.000. Itu semua di akibatkan karena banyak juga buruh yang sudah mengantri atau menuggu kapal bersandar di pelabuhan. Dalam hal ini seperti yang saya jelaskan diatas bahwa diperlukan keuletan dan kegigihan untuk mencapai apa yang diinginkan. Besar kecilnya pedapatan itu tidak dapat menyurutkan semangat sosok seorang ayah pekerja buruh bagasi.
biasanya pada akhir tahun atau arus mudik pendapatan para buruh secara tidak langsung akan bertambah pendapatannya yaitu 200.000 bahkan lebih dikarenakan kapal yang ditumpangi penumpang akan sangat padat, sehingga dapat memberikan upah yang lumayan memuaskan bagi para buruh untuk menambah penghasilan mereka dalam penghidupan kehidupannya sehari-hari.
            4.2.5 Pendidikan Buruh Bagasi
Sesuai dengan hasil penelitian yang saya dapatkan dari informan yaitu pendidikan dari para pekerja buruh bagasi yang saya wawancarai yaitu hanya mengenyam pendidikan dasar saja, sehingga susah ketika ingin mendapatkan pekerjaan yang ebih layak seperti pekerja kantoran atau guru sekolahan. Sehingga mau tidak mau dirinya harus mengikuti seiring berjalannya arus moderenisasi. Keterampilan-keterampilan sosial mengimplikasikan respon-respon terhadap ide-ide orang lain dalam satucara tertentu untuk mempromosikan partisipasi yang tepat dalam tugas-tugas bersama.



BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan dan Saran
5.1.2 Kesimpulan
Buruh bagasi sebagai pengangkat barang dengan waktu dan jam kerja yang tidak menentu, sehingga berpengaruh juga pada pendapatan yang mereka peroleh. Mereka yang bekerja sebagai pengangkat barang dengan pendapatan yang tidak menentu, maka mereka harus mencari pekerjaan lainnya untuk bisa bertahan hidup. Mereka yang berprofesi sebagai pengangkat barang harus bisa menjalin suatu hubungan yang baik, dengan sesama buruh dan juga bisa memanfaatkan keadaan tempat tinggal dengan tempat mereka bekerja.
Dapat dikatakan bahwa keseluruhan keputusan-keputusan kondisional yang menetapkan tindakan-tindakan yang harus dijalankan guna menghadapi setiap keadaan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
Adaptasi merupakan suatu proses yang akan dilakukan oleh setiap masyarakat dalam mempertahankan hidupnya. Untuk mempertahankan hidupnya, maka setiap masyarakat sudah tentu akan melakukan berbagai penyesuaian, baik itu melakukan penyesuaian dengan kondisi ekonomi


5.2 Saran
Persoalan yang dihadapi oleh pekerja buruh bagasi dalam pemenuhan kebutuhan bukanlah hal yang mudah dilakukan untuk semua orang, hanyalah orang yang mempunyai kesabaran dan ketabahan yang mampu menjalani hidup dengan profesi sebagai pekerja buruh bagasi.
Saran penulis yaitu kita sebagai mahluk sosial haruslah dapat memberikan peluang pekerjaan atau usaha bagi para pekerjaburuh bagasi, dalam hal ini pemerintah daerah. Agar dapat menjalin hubungan kekerabatan sesama manusia.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar