BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perubahan yang signifikan dari keberadaan penduduk
kecamatan pagimana yang terpuruk akibat krisis moneter yang berkepanjangan.
Yang mengakibatkan berbagai krisis multidimensi yang terus menimbulkan
kerugian-kerugian bagi masyarakat. Salah satu yang sangat memprihatinkan adalah
pengangguran yang mengakibatkan puluhan pekerja mengalami kesulitan dalam
mendapatkan pekerjaan. Kesulitan-kesulitan hidup yang dirasakan oleh penduduk kecamatan
pagimana. Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah belum cukup membuat
keresahan masyarakat berhenti, terutama dalam bidang ekonomi.
Dalam hal ini Mereka yang gagal memperoleh pekerjaan
di sektor formal nyatanya sampai saat ini masih merupakan pekerjaan ideal,
karena berbagai alasan memasuki jenis pekerjaan disektor informal. Bagi banyak
orang, hal itu merupakan pilihan–pilihan terakhir, tetapi bukan tidak banyak
yang memilih menjadi penganggur ataupun setengah penganggur. Umumnya yang
terlibat pada sektor ini berpendidikan rendah, miskin, tidak terampil dan
kebanyakan para migran. Karena itu, cakrawala mereka terbatas untuk mencari
kesempatan kerja dan menghasilkan pendapatan langsung bagi dirinya sendiri.
Betapa banyak tenaga kerja menganggur terutama
didaerah kecamatan tersebut yang tidak lain adalah disebabkan sulitnya
memperoleh pekerjaan disektor formal yang sampai saat ini masih merupakan jenis
pekerjaan yang sangat diminati. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi semula
diharapkan mampuu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, namun tidak
demikian kenyataannya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1
Apa yang menjadi hambatan bagi seorang pekerja buruh bagasi ?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.3 Untuk
mengetahui hambatan dalam bekerja seorang buru bagasi !
1.4
Manfat Penelitian
Adapaun
manfaat dari penelitian ini yaitu :
1.4.1
Bagi Peneliti
Bagi peneliti, penelitian ini merupakan latihan
dasar dalam membuat laporan penelitian. Juga dapat menambah wawasan serta
sarana pengembangan ilmu pengatahuan, juga mendapatkan berbagai pelajaran dari
kehidupa seorang pekerja buruh bagasi melalui tindakan-tindakan yang dilakukan
dalam memenuhi kebutuhan hidup.
1.4.2 Bagi Pembaca
Bagi pembaca bermanfaat untuk menambah pengetahuan
mengenai pekerjaan dan kehidupan dari seorang pekerja buruh bagasi khususnya di
kecamatan Pagimana.
1.4.3
Bagi Masyarakat dan Pemerintah
Bagi masyarakat, penelitian ini bermanfaat sebagai
bahan upaya guna meningkatkan kehidupan sosial bermasyarakat yang dapat berguna
bagi diri mereka dan juga orang lain
Juga bagi pemerintah wilayah, penelitian ini
bermanfaat sebagai masukan dalam mempertimbangkan kebijakan-kebijakan dalam
meningkatkan kesejahteraan pekerja disektor informal khususnya kehidupan buruh
bagasi.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Perubahan Sosial
Menurut
Selo Soemarjan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga
kemasyarakatan didalam suatu masyarakat yang mempengaruhi suatu system
sosialnya, termasuk didalamnya nilai, sikapdan pola perilaku diantara
kelompok-kelompok dalam masyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
seseorang atau kelompok dapat berubah dalam berbagai hal seperti perubahan
teknologi, perilaku, norma, system, nilai, pola, dan keyakinan.
2.2 Interaksi Sosial
Manusia
dalam kehidupannya tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah
mahluk sosial yang sepanjang hidupnya bersosialisasi dengan orang lain dalam
proses interaksi. Interaksi sosial menghasilkan banyak bentuk sosialisasi. Bisa
berupa interaksi antar individu, dan interaksi individu dengan kelompok.
Sedangkan syarat terjadinya interaksi sosial adalah terjadi kontak sosial dan
terjadi komunikasi.
Menurut Astrid. S.Susnto, interaksi sosial adalah
hubungan antar manusia yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya
memungki8nkan pembentukan struktur sosial. Hasil interaksi sangat ditentukan
oleh nilai dan arti serta ihterpretasi yang diberikan oleh pihak-pihak yang
terlibat dalam interaksi ini.
2.2.1 Kontak Sosial
Kata
‘‘kontak’’(Inggris:‘‘contact’’) berasal dari bahasa latin con atau cum yang
artinya bersama-sama dan tengere yang artinya menyentuh. Jadi, kontak berarti
sama-sama menyentuh. Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu
terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bias melakukan
kontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, misalnya bicara melalui
telepon, radio, atau surat elektronik. Oleh karena itu, hubungan fisik tidak
menjadi syarat utama terjadinya kontak. Kontak sosial memiliki sifat-sifat
berikut.
1.
Kontak sosial dapat bersifat positif
atau negatif. Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan
kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentengan atau konflik.
2. Kontak
sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi
apabila para peserta interkasi bertemumuka secara langusng. Misalnya, kontak
antara guru dan murid didalam kelas, atau pertemuan ayah dan anak di meja
makan. Sementara itu, kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung
melalui suatu perantara. Misalnya, percakapan melalui telepon.
2.2.2 Komunikasi
Komunikasi merupakan syarat
terjadinya interaksi sosial. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya
kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan, gerakan-gerakan fisik, atau
sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan. Ada lima unsure pokok komunikasi
yaitu sebagai berikut.
1.
Komunikator, yaitu orang yang
menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada pihak lain.
2.
Komunikan, yaitu orang atau sekelompok
orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan.
3.
Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan
oleh komunikator. Pesan dapat berupa informasi, instruksi, dan perasaan.
4.
Media, yaitu alat untuk menyampaikan
pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar, dan film.
5.
Efek, yaitu perubahan yang diharapkan
terjadipada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.
2.3 Teori Pertukaran Sosial
Teori pertukaran sosial
dari Thibault dan Kelly ini menganggap bahwa bentuk dasar dari hubungan sosial
adalah sebagai suatu transaksidagang, dimana orang berhubungan dengan orang lain
karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Paada perkembangan
selanjutnya, berbagai pendekatan dalam teori pertukaran sosial semakin fokus
pada bagaimana kekuatan hubungan antar pribadi membentuk suatu hubungan
interaksi dan menghasilkan suatu usaha, untuk mencapai keseimbangan dalam
hubungan tersebut.
2.4 Konflik Sosial
Konfik adalah suatu
proses sosial antara dua orang, dua kelompok, atau lebih dan salah satu
pihaknya berupaya menyingkirkan yang lain dengan menghancurkan atau membuatnya
tak berdaya.
Menurut Robbin (1996),
keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau
kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik dalam organisasi telah ada
konflik, maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan. Sedangkan menurut
Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1997), konfik merupakan warisan kehidupan
sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat dari pada berbangkitnya
keadaan ketidaksetujuan, kontroversi, dan pertentangan diantara dua pihak atau
lebih pihak secara berterusan atau berulang-ulang.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1
Tempat dan Waktu Penelitian
3.1.1
Lokasi Penelitian
Penelitian mengenai aktivitas Buruh
Bagasi dilakukan di Terminal Pelabuhan Pagimana. Dengan didasarkan atas
berbagai pertimbangan antara lain yaitu : Pelabuhan Pagimana sebagai pusat
persinggahan kapal atau berada pada kawasan industri yang dapat memberikan
peluang kerja bagi masyarakat. Adapun alasan dalam memilih daerah ini karena
dikawasan pelabuhan, penulis dapat menemukan bahwa para buruh dapat memperoleh
penghasilan walaupun penghasilan mereka tidak tetap, tetapi mereka tetap
berusaha untuk menghidupi kebutuhan keluarga mereka.
3.1.2
Waktu Penelitian
Penelitian
tentang aktivitas Buruh Bagasi ini dilakukan dengan jangka waktu yang sesingkat
mungkin yaitu selama 3 (tiga) minggu, waktu tersebut peneliti dapat mengambil
data yang ada, sehingga peneliti dapat menyusun laporan penelitian semaksimal
mungkin.
3.2
Bentuk dan Strategi Penelitian
Penelitian ini
bersifat deskriptif yaitu memberikan gambaran yang tepat tentang suatu gejala
yang menjadi pokok perhatian atau melahirkan suatu realitas. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut
(Bogdan dalam Maleong, 1990:3), metode kualitatif itu digunakan sebagai
prosedur penelitian yang dapat menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata
tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang dapat diamati.
Rusidi (1911:23), menyebutkan
penelitian bentuk ini bertujuan membuat
deskripsi mengenai fakta dan sifat suatu gejala sosial yang teramati dalam
suatu daerah tertentu sistemik,faktual dan teliti. Pendekatan kualitatif
berguna untuk menggambarkan suatu realita dan kondisi budaya dalam masyarakat.
3.3
Sumber data
3.3.1 wawancara
Untuk memperoleh informasi secara aktual dari nara
sumber langsung sebagai data primer, peneliti melakukan metode wawancara.
Wawancara adalah cara pengumpulan data yang dalam pelaksanaanya mengadakan
tanya jawab terhadap orang-orang yang erat kaitannya dengan permasalahan yang
di angkat, baik secara tertulis maupun lisan guna memperoleh keterangan atas
masalah yangdi teliti.
Wawancara dapat di lakukan beberapa kali untuk
memberikan data-data yang benar-benar aktual. Seperti juga dalam metode
penelitian lainnya, kualitatif sangat bergantung dari data di lapangan dengan
melihat fakta-fakta yang ada. Data yang terus bertambah di manfaatkan untuk
vertifikasi teori yang timbul di lapangan, kemudian terus-menerus di
sempurnakan selama penelitianberlangsung.
3.3.2 Obsevasi
Observasi merupakan pengamatan dengan cara khusus
dimana peneliti tidak bersifat pasif sebagai pengamat namun memainkan peran
yang mungkin dalam berbagai situasi bahkan berperan menggairahkan peristiwa
yang sedang di pelajari. Sebelum pengamatan di lakukan peniliti menyiapkan
panduan pengamatan, kemudian pada saat mengamati peneliti dapat menggunakan
lembar pengamatan untuk mencatat hal-hal yang di amatinya.
3.3.3 Arsip dan Dokumentasi
Arsip dan dokumentasi merupakan sumber data yang di
peroleh dari masyarakat yang ada di lokasi penelitian untuk memperoleh
informasi yang lebih akurat dan merupakan data pendukung dari sebuah
penelitian.
3.3.4 Tempat dan Peristiwa
Tempat dan peristiwa juga merupakan sumber data yang
mendukung peneliti untuk mendapatkan sebuah informasi, jadi peneliti harus jeli
melihat dan menentukan tempat dan peristiwa yang harus di teliti sesuai dengan
permasalahan yang di angkat.
3.4
Tehnik Pengumpulan Data
3.4.1
Obserfasi Lapangan
Obserfasi
dilakukan untuk memperoleh informasi tentang buruh bagasi yamg terdapat di
Pelabuhan Pagimana. Dalam hal ini, peneliti akan terlibat secara pasif dengan
arti kata, peneliti hanya berada dalam arena kegiatan subjek untuk mengamati
dan mempelajari realitas yangberhunbungan dengan masalah yang dikaji.
Peneliti
hadir dilokasi kejadian dalam jangka waktu tertentu, mengingat rumah dari
penliti dengan objek yang akan diteliti lumayan jauh karena jaraknya itu
berkisar kurang lebih 30 KM, bahkan terkadang menghabiskan waktu yang cukup
lama untuk mengamati tingkah laku dan apa aja yang mereka lakukan, serta
hal-hal (gejala) yang tidak dapat diperoleh hanya dengan wawancara. Obserfasi
ini juga diakukan diarena tempat mereka bekerja
3.4.2
Wawancara
Peneitian
menggunakan tehnik wawancara, baik itu wawancara mendalam maupun wawancara
bebas. Pada awalnya ketika memasuki lapangan digunakan wawacara bebas. Hal ini
juga dimaksudkan untuk suatu pendekatan terhadap informan. Dan selanjutnya
melakukan wawancara mendalam secara personal kepada para informan, dengan
harapan agar peneliti dapat mengetahui gagasan, ide, pengetahuan, dan isi hati
objek dengan mengajukan pertanyaan pada informan yang mengacu kepada pemandu
wawancara yang sebelumnya telah dibuat peneliti sesuai dengan perumusan masalah
yang hendak diteliti. Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa kategori yang
dipilih dalam mengumpulan data, yaitu :
Informal
pangkal, yaitu informal awal yang dijumpai yang dianggap dapat membantu
peneliti dalam melakuka penelitian. dalam penelitian ini yang menjadi informan
dasar adalah Mandor Buruh Bagasi dipelabuhan Pagimana.
Informasi
kunci yang akan menjawab permasalahan dalam perumusan masalah : para buruh
bagasi palabuhan Pagimana. Adapun buruh bagasi tersebut telah berkeluarga,
memilliki anak, dan juga memiliki pekerjaan sampingan ataupun strategi lainnya
dalam memenuhi kebutuhan keuarganya.
Informasi
biasa yaitu sebagai forman tambahan yang mengetahui sebatas data yang berkaitan
dengan keberadaan buruh bagasi, diantaranya pemilik barang dalam hal ini yaitu
penumpang kapal itu sendiri.
3.4.3
Arsip dan Dokumentasi
Data
sekunder diperoleh dari studi kepustakaan yaitu buku yang berkaitan dengan
masalah penelitian dan juga data dari internet dll, serta arsip (dokumen) untuk
mendapatkan catatan dan data mengenai penelitian secara umum yang diperoleh
dari pihak pelabuhan, serta pengambilan foto dipelabuhan
3.5
Analisi Data
Analisi
data dilakukan secara kualitatif sesuai dengan metode yang dilakukan. Data-data
yang diperoleh akan dikumpulkan sesuai dengan masalah yang diteliti. Kemudian
dikategorikan sesuai dengan criteria yang yang telah ditetapkan. Data yang
diperoleh antara lain yaitu catatan lapangan, gambar-gambar atau foto-foto
serta hasil wawancara diuraikan dalam bentuk tulisan, kemudian dianalisa sesuai
dengan analisa kualitatif yang diiuraikan dalam bentuk deskriptif sehingga
peneliti dapat menguraikan data secara maksimal.
BAB
IV
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil Penelitian
Prsentase penduduk yang bekerja menurut lapangan
usaha menunjukan bahwa sektor pertanian mengalami penurunan, tetapi sektor
industri yang diharapkan dapat menampung tenaga kerja ternyata kurang dapat
memenuhi harapan. Dalam usaha memenuhi berbagai jenis kebutuhannya, mereka
harus bekerja dengan giat tanpa mengenal putus asa dan melakukan usaha yang
menurut mereka itu akan bias atau dapat membuat mereka merasa puas dengan apa
yang telah mereka kerjakan. Tetapi yang menjadi permasalahan saat ini bahwa ada
kecenderungan, akhir-akhir ini menjadi semakin sulit untuk mendapatkan
pekerjaan yang sesuai dengan yang mereka inginkan. Dan karena itu terpaksa
hidup dari belas kasihan lingkungan dan Negara atau berupaya menyambung hidup disektor
informal. Sektor informal tidak akan berkisar pada aspek produksi, tetapi
berupa pencarian atau usaha yang mereka lakukan dengan strategis dan kolektif
untuk memperjuangkan pekerjaan dan standar hidup yang manusiawi.
Sektor informal sebagai fase yang harus ada dalam
proses pembangunan dan berfungsi sebagai penyangga, setidaknya
kegiatan-kegiatan di sektor informal memberikan pendapat dan pekerjaan kepada
penduduk betapapun itu sedikit dan tidak tetap.
4.2
Pembahasan
4.2.1
Ekonomi Buruh Bagasi
Buruh bagasi sebagai salah satu profesi sektor
informal pada bidang pengangkut barang juga mengalami permasalahan sosial
ekonomi khususnya dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari untuk
keluarganya. Siring dengan berjalannya waktu. manusia memiliki kebutuhan yang
semakin banyak dan beranekaragam.
Kebutuhan-kebutuhan hidup tersebut dapat dipenuhi
dengan baik apabila adanya pendapatan yang memuaskan dan mendukung untuk memenuhi
kehidupan sosial mereka. Oleh karena itu yang dilakukan oleh buruh terutama
buruh bagasi dalam pemenuhan kebutuhan hidup yaitu dengan menambah pekerjaan
lain serta meminta partisipasi istri dan anak untuk bekerja disektor lain untuk
member kontribusi kepada penghasilan rumah-tangga sehingga tidak terlalu
memberatkan kehidupan bagi keluarga pekerja buruh bagasi.
Pada
dasarnya mereka juga manusia yang dengan secara langsung menginginkan suatu
pekerjaan dengan hasil yang dapat memuaskan ekonomi keluarga eyang layak dan
baik untuk mampu memenuhi segala kebutuhan jasmani dan rohani maupun sosial
mereka.
4.2.2 Penghidupan Keluarga Buruh Bagasi
Keinginan setiap orang dalam kehidupan rumah tangga
dalam hal ini keluarga adalah dengan membahagiakan keluarga itu sendirri Untuk
mencapai tujuan tersebut diperlukan moral yang tinggi, kesabaran, ketabahn, dan
yang paling penting keuletan dalam bekerja, kejernihan pikiran dan berbagai
keterampilan yang dibutuhkan daam memenuhi kebutuhan hidup. Dalam usaha
mendapatkan pemenuhan kebutuhan tersebut dijumpai suatu keadaan yang saling
mempengaruhi antara diri sendiri maupun pengaruh dari luar. Kesuita-kesulitan
dalam sesuatu tertentu dapat mempengaruhi kondisi mental juga moral seseorang.
Salah seorang buruh bagasi yang saya teliti suda
berkeluarga dan juga mempunyai dua orang anak, anak yang pertama sekarang sudah
berusia kurang lebih 16 thun dan sekarang sudah mengenyam pendidikan formal
yaitu SMA dan anak yang kedua masi berumur 3 tahun. Secara tidak langsung
sorang kepala rumah tangga atau yang terlibat dalam hal ini sorang bapak harus
memenuhi kebutuhan keluarganya, yaitu dengan pekerjaannya sebagai buruh bagasi.
Walaupun pekerjaan buruh bagasi ini hanyalah pekerjaan sampingan baginya itu
sudah lumayan cukup untuk dapat membahagiakan keluarganya.
4.2.3
Kinerja Buruh Bagasi
Cara-cara
yang berbeda untuk bertahan hidup diantara buruh memiliki pengruh terbesar
terhadap perilaku mereka ditempat kerja, termasuk hubungan-hubungan mereka
dengan para pekerja lainnya. Kinerja para buruh ditempat kerja ditentukan oleh keuletan,
keseimbangan, dan keperluan-keperluan keterampilan. Keterampilan-keterampilan
sangat perlu untuk memanipulasi
barang-barang untuk untuk tujuan-tujuan peangganya dalam hal ini target buruh
bagasi yaitu penumpang kapal.
Sedangkan
keterampilan-keterampilan yang lebih menunjuk kepada kapasitas untuk memasuki
komunikasi dengan manusia-manusia lain karena komunikasi sesama manusia itu
sangat dibutuhkan dalam kehidupan bersosial dan juga bermasyarakat. Yang paling
penting adalah keultan juga ketekunan dalam bekerja sehingga dapat memuaskan
apa yang menjadi objek bagi para buruh bagasi (penumpang kapal).
4.2.4 Pendapatan Buruh Bagasi
Dalam bekerja pasti ada yang dinamakan dengan hasil
atau pendapatan. Pendapatan buruh bagasi dalam bekerja di pelabuhan sangat tidak
menentu. Biasanya dalam perhari hanya sekitar Rp100.000. Itu semua di akibatkan
karena banyak juga buruh yang sudah mengantri atau menuggu kapal bersandar di
pelabuhan. Dalam hal ini seperti yang saya jelaskan diatas bahwa diperlukan
keuletan dan kegigihan untuk mencapai apa yang diinginkan. Besar kecilnya
pedapatan itu tidak dapat menyurutkan semangat sosok seorang ayah pekerja buruh
bagasi.
biasanya pada akhir tahun atau arus mudik pendapatan
para buruh secara tidak langsung akan bertambah pendapatannya yaitu 200.000
bahkan lebih dikarenakan kapal yang ditumpangi penumpang akan sangat padat, sehingga
dapat memberikan upah yang lumayan memuaskan bagi para buruh untuk menambah
penghasilan mereka dalam penghidupan kehidupannya sehari-hari.
4.2.5 Pendidikan Buruh Bagasi
Sesuai dengan hasil penelitian yang saya dapatkan
dari informan yaitu pendidikan dari para pekerja buruh bagasi yang saya
wawancarai yaitu hanya mengenyam pendidikan dasar saja, sehingga susah ketika
ingin mendapatkan pekerjaan yang ebih layak seperti pekerja kantoran atau guru
sekolahan. Sehingga mau tidak mau dirinya harus mengikuti seiring berjalannya
arus moderenisasi. Keterampilan-keterampilan sosial mengimplikasikan
respon-respon terhadap ide-ide orang lain dalam satucara tertentu untuk
mempromosikan partisipasi yang tepat dalam tugas-tugas bersama.
BAB
V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan dan Saran
5.1.2
Kesimpulan
Buruh bagasi sebagai pengangkat barang dengan waktu
dan jam kerja yang tidak menentu, sehingga berpengaruh juga pada pendapatan
yang mereka peroleh. Mereka yang bekerja sebagai pengangkat barang dengan
pendapatan yang tidak menentu, maka mereka harus mencari pekerjaan lainnya
untuk bisa bertahan hidup. Mereka yang berprofesi sebagai pengangkat barang
harus bisa menjalin suatu hubungan yang baik, dengan sesama buruh dan juga bisa
memanfaatkan keadaan tempat tinggal dengan tempat mereka bekerja.
Dapat dikatakan bahwa keseluruhan
keputusan-keputusan kondisional yang menetapkan tindakan-tindakan yang harus
dijalankan guna menghadapi setiap keadaan yang mungkin terjadi di masa yang
akan datang.
Adaptasi merupakan suatu proses yang akan dilakukan
oleh setiap masyarakat dalam mempertahankan hidupnya. Untuk mempertahankan
hidupnya, maka setiap masyarakat sudah tentu akan melakukan berbagai
penyesuaian, baik itu melakukan penyesuaian dengan kondisi ekonomi
5.2 Saran
Persoalan yang dihadapi oleh pekerja buruh bagasi
dalam pemenuhan kebutuhan bukanlah hal yang mudah dilakukan untuk semua orang,
hanyalah orang yang mempunyai kesabaran dan ketabahan yang mampu menjalani
hidup dengan profesi sebagai pekerja buruh bagasi.
Saran penulis yaitu kita sebagai mahluk sosial haruslah
dapat memberikan peluang pekerjaan atau usaha bagi para pekerjaburuh bagasi,
dalam hal ini pemerintah daerah. Agar dapat menjalin hubungan kekerabatan sesama
manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar