Pages

Kamis, 27 Agustus 2015

Makalah Hubungan Psikologi dengan Masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang
Antra manusia sebuah kelompok masyarakat saling berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga membentuk nilai, norma, adat istiadat, dan kebudayan. Hal-hal itulah yang kemudian dianut oleh masyarakat sehigga menjadi sesuatu secara turun-temurun akan di anut oleh masyarakat tersebut. Namun, tifak semuah nilai, norma, adat istiadat dan kebudayaan yang berlaku pada zaman dahulu masih di terapkan pada masa sekarang ini. Kebanyakan hal-hal tersebut mulai berubah menyesuaikan perkembangan zaman. Jika dalam sebuah masyarakat terdapat beberapa hal yang membedakan antara sebuah kelompok dengan kelompok lain sering kali akan membentuk suatu kelompok masyarakat yang di anggap kedudukannya lebih tinggih jika didibanding dengan  kelompok bidang masyarakat yang lainnya. Dalam bidang Psikologi, masyarakat seperti ini disebut sebagai masyarakat yang terdiferensiasi.
1.2    Rumusan Masalah
a.       Apaka hubungan psikologi dengan masyarakat itu?
b.      Bagaimana peran psikologi sosial dalam mengatasi prasangka sosial?
c.       Bagaimanakah Psikologi Masyarakat ?
1.3    Tujuan
a.       Mendeskripsikan hubungan psikologi dengan masyarakat 
b.      Mendeskripsikan peran psikologi sosial dalam mengatasi prasangka sosial
c.       Mendeskripsikan Psikologi Masyarakat


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN MASYARAKAT
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan. Beberapa subbidang dalam psikologi yang muncul akibat perkembangan ilmu ini sendiri dan membuat para psikolog dapat menjelaskan beberapa masalah yang sama tentang perilaku melalui cara yang berbeda juga dibahas dalam buku ini. Buku ini berguna sebagai pedoman yang merangkum sebagian besar informasi yang berasal dari berbagai temuan terdahulu karena banyaknya pendapat dan teori yang bemunculan dari perkembangan psikologi sejak dulu hingga saat ini.
Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/ organisasi.
Menurut IPRA (International Public Relations Association) Humas adalah fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik (public) untuk memperoleh pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang terkait atau mungkin ada hubungannya dengan penelitian opini public di antara mereka.
Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.
Seorang humas selanjutnya diharapkan untuk membuat program-program dalam mengambil tindakan secara sengaja dan terencana dalam upaya-upayanya mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan masyarakatnya.
Posisi humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh suatu manajemen organisasi. Sasaran humas adalah publik internal dan eksternal, dimana secara operasional humas bertugas membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya dan mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi di antara keduanya.
1.      Melalui Hubungan Antar Kelompok
Dengan berhubungan antar kelompok, bisa diasumsikan bahwa anggota kelompok yang berbeda bila  saling berinteraksi satu sama lain akan mengurangi banyak prasangka antara mereka, dan menghasilkan sikap antar kelompok dan stereotip yang lebih positif. Semakin banyak dan erat interaksi yang terjadi maka prasangka dan stereotip negatif akan semakin berkurang. Karena dengan mengadakan hubungan antar kelompok ini masing-masing kelompok akan saling mengenal untuk kemudian mendapatkan dukungan sosial dan dukungan institusional dari kelompok lain. Selain itu masing-masing kelompok akan memiliki hubungan yang sejajar yang kemudian akan membentuk kerjasama antar kelompok.
2.      Melalui Sosialisasi
Sosialisasi juga merupakan metode yang sesuai untuk mengurangi prasangka. Upaya sosialisasi nilai-nilai egalitarian dan tidak berprasangka bisa dilakukan di rumah atau keluarga, di sekolah maupun dimasyarakat. Keluarga adalah faktor yang sangat penting dalam sosialisasi nilai-nilai yang mendorong anak-anak tidak berprasangka. Hanya memang, keluarga tidak menjadi satu-satunya faktor yang dominan. Bisa jadi keluarga yang telah mendorong sikap berprasangka tetap tidak berhasil membuat anak tidak berprasangka karena sekolah atau teman-teman sebayanya tidak mendukung upaya itu. Demikian juga sebaliknya, upaya sekolah untuk mengurangi prasangka mungkin tidak akan berhasil jika di rumah situasi keluarga tidak mendukung
3.       Melalui Penyadaran Diri
Penyadaran diri merupakan sumber yang paling signifikan dalam prasangka sosial. Karena proses prasangka diri inilah yang biasanya berkembang menjadi prasangka sosial dan menjadi konflik antar etnis dan kelompok masyarakat. Adapun untuk melakukan hal ini individu bisa melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri.
Adalah jembatan diantara cabang-cabang pengetahuan sosial lainnya. Sebab psikologi sosial mengakui pentingnya memandang individu dalam suatu system sosial yang lebih luas dan karena itu menarik kedalamnya sosiologi, ilmu politik, antropologi, dan ekonomi. Psikologi sosial mengakui aktifitas manusia yang rentangnya luas dan pengaruh budaya serta perilaku manusia dimasa lampau. Dalam mengambil fokus ini psikologi sosial beririsan dengan filsafat, sejarah, seni dan musik. Selain itu psikologi sosial memiliki perspektif luas dengan berusaha memahami relevansi dari proses internal dari aktivitas manusia terhadap perilaku sosial. Dalam hal ini psikologi sosial misalnya mungkin mempertanyakan bagaimana keadaan orang setelah menyaksikan suatu kejadian menakutkan akan mempengaruhi arousal secara fisiologis, seperti tekanan darah dan serangan jantung. Karena perspektif ini, maka dibahas tentang persepsi, kognisi dan respon fisiologis.
Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa cirikhas dari psikologi sosial adalah memfokuskan pada individu daripada kelompok atau unit.sementara ahli ilmu sosial yang lain mempergunakan analisis kemasyarakatan yakni mempergunakan faktor-faktor secara luas untuk menjelaskan perilaku sosial. Misalnya sosiologi lebih tertarik pada struktur dan fungsi kelompok. Kelompok itu dapat kecil (keluarga), atau moderat (perkumpulan mahasiswa, klub sepakbola), atau luas (suatu masyarakat).
Sementara bidang studi lain dari psikologi yang tertarik pada keunikan dari perilaku individu adalah psikologi kerpibadian. Pendekatan psikologi kepribadian adalah membandingkan masing-masing orang. Sementara pendekatan psikologi sosial adalah mengidentifikasikan respon (cara bereaksi) dari sebagian besar atau kebanyakan orang dalam suatu situasi dan meneliti bagaimana situasi itu mempengaruhi respon tersebut.
Marilah kita bandingkan ketiga pendekatan tersebut dengan menggunakan contoh yang spesifik untuk menganalisis terjadinya tindak kekerasan. Pendekatan kemasyarakatan cenderung menunjukkan adanya kaitan antara tingkat kejahatan yang tinggi dengan kemiskinan, urbanisasi yang cepat, dan industrialisasi dalam suatu masyarakat. Untuk membuktikan kesimpulan ini, mereka menunjukkan beberapa fakta tertentu : orang yang miskin lebih sering melakukan kejahatan; kejahatan lebih banyak timbul di daerah kumuh ketimbang di lingkungan elit; kriminalitas meningkat pada masa resesi ekonomi dan menurun di saat kondisi ekonomi membaik.
Sementara pendekatan individual dalam bidang psikologi yang lain (psikologi kepribadian, perkembangan dan klinis) cenderung menjelaskan kriminalitas berdasarkan karakteristik dan pengalaman criminal individu yang unik. Pendekatan ini akan mempelajari perbedaan individual yang menyebabkan sebagian orang melakukan tindak criminal, yang tidak dilakukan oleh orang lain dengan latar belakang yang sama, untuk itu, biasanya mereka memusatkan pada latar belakang individu, misalnya bagaimana perkembangan orang itu? Disiplin apakah yang diterapkan orang tuanya? Mungkin orang tua yang kasar cenderung menumbuhkan anak belajar berperilaku kasar?. Penelitian dapat dilakukan dengan membandingkan latar belakang keluarga anak yang nakal dengan yang tidak nakal. Jadi analisis semacam ini memusatkan pada bagaimana dalam situasi yang sama orang dapat melakukan perilaku yang berbeda karena pengalaman masa lalu yang unik.
Sebaliknya psikologi sosial lebih berpusat pada usaha memahami bagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi sosial yang terjadi. Psikologi sosial mempelajari perasaan subyektif yang biasanya muncul dalam situasi sosial tertentu, dan bagaimana perasaan itu mempengaruhi perilaku. Situasi interpersonal apa yang menimbulkan perasaan marah, dan meningkatkan atau menurunkan kemungkinan munculnya perilaku agresi? Sebagai contoh, salah satu prinsip dasar psikologi sosial adalah bahwa situasi frustasi akan membuat orang marah, yang memperbesar kemungkinan timbulnya mereka melakukan perilaku agresi. Akibat situasi yang menimbulkan frustasi ini merupakan penjelasan alternative mengenai sebab timbulnya kejahatan. Hubungan itu tidak hanya menjelaskan mengapa perilaku agresif terjadi dalam situasi tertentu, tetapi juga menjelaskan mengapa faktor ekonomi dan kemasyarakatan menimbulkan kejahatan. Misalnya, orang miskin berduyun-duyun dating ke kota akan mengalami frustasi; mereka ternyata sulit mencari pekerjaan, mereka tidka dapat membeli apa yang mereka inginkan, tidak dapat hidup layak seperti yang mereka bayangkan. Dan frustasi ini merupakan sebab utama munculnya sebagian besar perilaku criminal. Psikologi sosial biasanya juga menyangkut perasaan-perasaan subyektif yang ditimbulkan situasi interpersonal, yang kemudian mempengaruhi perilaku individu. Dalam contoh ini situasi frustasi menimbulkan kemarahan, yang kemudian menyebabkan timbulnya perilaku agresif.
2.2 Peran psikologi sosial dalam mengatasi prasangka sosial
Berbagai prasangka sosial muncul pada masyarakat yang multikultural. Hal ini dikarenakan perbedaan pandangan, pemahaman dan ideologi yang ada pada masing-masing kelompok dan etnis.
Upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam mengurangi prasangka, yakni melalui hubungan antar kelompok, melalui sosialisasi, melalui rekayasa sosial, maupun melalui penyadaran diri pribadi.
2.3  Melalui Hubungan Antar Kelompok
Dengan berhubungan antar kelompok, bisa diasumsikan bahwa anggota kelompok yang berbeda bila  saling berinteraksi satu sama lain akan mengurangi banyak prasangka antara mereka, dan menghasilkan sikap antar kelompok dan stereotip yang lebih positif. Semakin banyak dan erat interaksi yang terjadi maka prasangka dan stereotip negatif akan semakin berkurang. Karena dengan mengadakan hubungan antar kelompok ini masing-masing kelompok akan saling mengenal untuk kemudian mendapatkan dukungan sosial dan dukungan institusional dari kelompok lain. Selain itu masing-masing kelompok akan memiliki hubungan yang sejajar yang kemudian akan membentuk kerjasama antar kelompok.
2.4     Melalui Sosialisasi
Sosialisasi juga merupakan metode yang sesuai untuk mengurangi prasangka. Upaya sosialisasi nilai-nilai egalitarian dan tidak berprasangka bisa dilakukan di rumah atau keluarga, di sekolah maupun dimasyarakat. Keluarga adalah faktor yang sangat penting dalam sosialisasi nilai-nilai yang mendorong anak-anak tidak berprasangka. Hanya memang, keluarga tidak menjadi satu-satunya faktor yang dominan. Bisa jadi keluarga yang telah mendorong sikap berprasangka tetap tidak berhasil membuat anak tidak berprasangka karena sekolah atau teman-teman sebayanya tidak mendukung upaya itu. Demikian juga sebaliknya, upaya sekolah untuk mengurangi prasangka mungkin tidak akan berhasil jika di rumah situasi keluarga tidak mendukung
2.5      Melalui Penyadaran Diri
Penyadaran diri merupakan sumber yang paling signifikan dalam prasangka sosial. Karena proses prasangka diri inilah yang biasanya berkembang menjadi prasangka sosial dan menjadi konflik antar etnis dan kelompok masyarakat. Adapun untuk melakukan hal ini individu bisa melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri.

2.6 Psikologi Masyarakat

Masyarakat dan kebudayaannya pada dasarnya  merupakan tayangan besar dari kehidupan bersama antara individu-individu manusia yang bersifat dinamis. Pada masyarakat yang kompleks (majemuk)  memiliki banyak kebudayaan dengan standar perilaku yang berbeda dan kadangkala bertentangan, Perkembangan kepribadian individu pada masyarakat ini sering dihadapkan pada model-model perilaku yang suatu saat diimbali sedang saat yang lain disetujui oleh beberapa kelompok namun dicela atau dikutuk oleh kelompok lainnya, dengan demikian seorang anak yang sedang berkembang akan belajar dari kondisi yang ada, sehingga perkembangan kepribadian anak dalam masyarakat majemuk menunjukkan bahwa pola asuh dalam keluarga lebih berperan karena pengalaman yang dominan akan membentuk kepribadian, satu hal yang perlu dipahami bahwa pengalaman seseorang tidak hanya sekedar bertambah dalam proses pembentukan kepribadian, namun terintegrasi dengan pengalaman sebelumnya, karena pada dasarnya kepribadian yang memberikan corak khas pada perilaku dan pola penyesuaian diri, tidak dibangun dengan menyusun suatu peristiwa atas peristiwa lain , karena arti dan pengaruh suatu pengalaman tergantung pada pengalaman-pengalaman yang mendahuluinya.
Masyarakat  Indonesia sebagai salah satu negara berkembang mempunyai ciri , adanya perubahan yang sangat pesat dalam berbagai aspek kehidupan,  baik perubahan system ekonomi, polotik sosial dan sebagainya, dan dalam kenyataan tidak ada satupun gejala perubahan sosial yang tidak menimbulkan akibat terhadap kebudayaan setempat. Kebudayaan  dianggap sebagai sumber penggalangan konformisme perilaku individu pada sekelompok masyarakat pendukung kebudayaan tersebut, karena setiap anak manusia  lahir dalam suatu lingkungan alam tertentu (nature)  dan dalam satu lingkungan kebudayaan tertentu (culture) yang keduanya merupakan lingkungan yang secara apriori menentukan proses pengasuhannya (nurture) dalam pengembangannya sebagai anak manusia, dalam proses pembelajaran, sehingga dalam kanyataan, kebudayaan cenderung mengulang-ulang perilaku tertentu melalui pola asuh dan proses belajar yang kemudian memunculkan adanya  kepribadian rata-rata, atau stereotype perilaku yang merupakan ciri khas dan masyarakat tertentu yang mencerminkan kepribadian modal dalam lingkungan tersebut, dari pemahaman ini kemudian muncul stereotipr perilaku pada sekelompok individu pada masyarakat tertentu..
Konsep watak kebudayaan sebagai kesamaan regularities sifat di dalam organisasai intra psikis individu  anggota suatu masyarakat tertentu yang diperoleh karena cara pengasuhan anak yang sama di dalam masyarakat yang bersangkutan, (Margaret Mead,) Apabila ini dikaitka dengan konsep watak masyarakat (social character) dilandasi oleh pikiran untuk menghubungkan kepribadian tipical dari suatu kebudayaan  (watak masyarakat) dengan kebutuhan obyektif  masyarakat yang dihadapi suatu masyarakat.  Dalam hal ini Danandjaja : 1988 ) ingin menggabungkan antara gagasan lama tentang  sifat adaptasi pranata  sosial terhadap kondisi lingkungan,  dengan modifikasi karakterologi psiko analitik.   Teori Erich Formm mengenai watak masyarakat (social character) kendati mengakui juga asumsi dari teori lainnya mengenai  tranmisi kebudayaan dalam hal membentuk  “kepribadian tipikal’  atau  kepribadian  kolektif namun dia telah juga mencoba untuk menjelaskan fungsi-fungsi sosio historical dari tipe kepribadian tersebut. Yang menghubungkan  kepribadian tipikal dari suatu kebudayaan  dengan kebutuhan obyektif yang dihadapi suatu masyarakat. Untuk memuskan hubungan itu secara efektif  suatu masyarakat perlu menerjemahkannya kedalam  unsur-unsur watak (traits) dari individu anggotanya agar mereka bersedia melaksanakan apa yang harus  mereka lakukan.
Unsur-unsur watak bersama tersebut membentuk watak masyarakat dari masyarakat tersebut melalui latihan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anak mereka, sementara orang tua telah memperoleh unsur-unsur watak tersebut baik dari orangtuanya atau sebagai jawaban langsung terhadap kondisi-kondisi perubahan masyarakat Dalam konteks ekologi kebudayaan manusia merupakan hasil dari 2 proses yang saling mengisi yaitu adanya perkembangan  sebagai hasil hubungan  manusia  dengan lingkungan alamnya yang mendorong manusia untuk memilih cara dalam menyesuaikan diri secara aktif dan kemampuan manusia dalam berpikir metaphoric sehingga dapat  memperluas atau mempersempit jangkauan dari lambang-lambang dalam system arti yang berkembang sedemikian rupa sehingga lepas dari pengertia aslinya, sehingga kebudayaan secara umum diartikan sebagai kompleksitas system nilai dan gagasan vital yang menguasai atau merupakan pedoman bagi terwujudnya  pola tingkah laku bagi masyarakat pendukungnya.



BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pada dasarnya psikologi sosial sangat berhubungan dengan ilmu sosial lain nya, dimana psikologi sosial merupakan bagian dari semua cabang ilmu sosial lainnya.
Psikologi sosial merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dalam kehidupan sosial. Dalam kaitannya, psikologi sosial membantu masyarakat dalam mengatasi fenomena yang terjadi dalam kehidupan sosial. Salah satu fenomena tersebut adalah prasangka sosial. Prasangka yang terdiri dari jarak sosial dan diskriminasi erat kaitannya dengan efektivitas dalam berkomunikasi.
3.1  SARAN
Upaya mengurangi prasangka identik dengan pemahaman lintas budaya. Hal ini sangat penting karena pemahaman lintas budaya mampu mengembangkan masyarakat yang menghargai keberagaman dalam kehidupan yang multietnik. Masyarakat yang demikian diharapkan mampu menciptakan kehidupan sosial yang tentram dan saling menghargai antar sesama manusia dalam kehidupan masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA
Gerungan. Psikologi sosial . 2004. Bandung : Refika Aditama.
Walgito, Bimo. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). 1994. Yogyakarta
http://www.geogle.com/psikososial.htm di akses tanggal 25 Juni 2013
Watson, G. 1966. Social Psychology: Issues and Insigts. Philadelphia: Lippincott.

1 komentar:

  1. Titanium trim hair cutter reviews - TiGObuild
    Results 1 - titanium rod in femur complications 24 of 24 stiletto titanium hammer — Looking for tips titanium wood stoves on titanium hair hair scissors? 출장샵 Visit TiGObuild to find tips on your favorite razor.

    BalasHapus